Berita
& Media
14/10/2025
Saatnya Tahu #YangBenar: Bongkar Fakta MSG (Monosodium Glutamat) yang Sering Disalahpahami  oleh Masyarakat Indonesia

Saatnya Tahu #YangBenar: Bongkar Fakta MSG (Monosodium Glutamat) yang Sering Disalahpahami oleh Masyarakat Indonesia

Siaran Pers

Jakarta, 24 September 2025 – MSG (Monosodium Glutamat) sering kali menjadi pembicaraan yang dipenuhi
berbagai persepsi dan pemahaman yang belum tentu tepat. Banyak pandangan yang berkembang di masyarakat
mulai dari kekhawatiran yang berlebihan hingga keputusan untuk menghindari sepenuhnya. Padahal, fakta
ilmiahnya menunjukkan cerita yang berbeda.


Melalui kampanye MSG #YangBenar, PT Sasa Inti mengajak masyarakat untuk melihat MSG (Monosodium
Glutamat) dari perspektif yang tepat. Sasa MSG diproduksi melalui proses fermentasi alami tetesan tebu, serupa
dengan cara pembuatan tempe, kecap, dan yogurt. Proses ini menjadikan Sasa MSG aman dikonsumsi, bahkan
dapat membantu mengurangi penggunaan garam tanpa mengorbankan cita rasa, membuat masakan habis tanpa
sisa.


Sebagai bagian dari kampanye ini, Sasa meluncurkan berbagai inisiatif edukasi publik, mulai dari microsite
MSGyangbenar.sasa.co.id, konten informatif di media sosial, kolaborasi bersama ahli gizi, hingga demo masak
dengan chef dan sesi interaktif bersama komunitas. Seluruh rangkaian kegiatan ini dirancang untuk meluruskan
seputar MSG #YangBenar sekaligus memberikan panduan penggunaannya sesuai rekomendasi para ahli.


“Lezat itu penting, tapi yang lebih penting lagi adalah perasaan tenang saat menyajikan masakan untuk keluarga.
Lewat kampanye MSG #YangBenar, kami ingin masyarakat tahu bahwa MSG (Monosodium Glutamat) aman
digunakan karena terbuat dari bahan alami, dan justru bisa membantu pola makan yang lebih sehat jika
digunakan dengan bijak,” ujar Albert Dinata, Head of Marketing PT Sasa Inti.


Sasa MSG (Monosodium Glutamat) dibuat dari tetesan tebu melalui proses fermentasi alami, mirip dengan
pembuatan tempe, kecap, atau yogurt. Dari proses ini dihasilkan kristal murni 99% yang aman dan higienis.
Fermentasi menghasilkan glutamat, yaitu unsur alami dalam makanan yang memiliki banyak fungsi penting:
membantu pembentukan sel imun, mendukung fungsi otak, merangsang produksi air liur, serta mengatur nafsu
makan dan rasa kenyang. Dengan kata lain, MSG (Monosodium Glutamat) tidak hanya menghadirkan rasa gurih,
tetapi juga berperan lebih luas bagi tubuh. Glutamat dalam MSG sama persis dengan glutamat alami yang
terkandung dalam tomat, jamur, keju, bahkan ASI, zat yang sudah dikenali tubuh manusia sejak lahir. Karena itu,


MSG (Monosodium Glutamat) aman digunakan selama sesuai takaran.
Selain bersifat alami, MSG (Monosodium Glutamat) juga unggul dibanding garam dapur. Kandungan natriumnya
hanya sepertiga dari garam, sehingga menjadi solusi cerdas untuk mengurangi asupan garam tanpa
mengorbankan kelezatan masakan. Penelitian menunjukkan, mengganti sebagian garam dengan MSG
(Monosodium Glutamat) dapat menurunkan konsumsi garam hingga 30–40%. Langkah sederhana ini berpotensi
membantu menjaga kesehatan jantung, ginjal, dan tekanan darah sejak dini.1

“Faktanya, glutamat dalam MSG sama dengan yang ada di sayuran, buah, dan daging. Jadi tidak ada alasan
khawatir, asalkan secukupnya. Bagi yang ingin lebih sehat lagi, penggunaan MSG juga bisa mengurangi porsi
garam untuk memberikan rasa lezat pada makanan kita,” jelas Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, Nutrisionis.


Di Indonesia, BPOM RI telah menetapkan MSG sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang diizinkan, sesuai
dengan Peraturan Kepala BPOM No. 11 Tahun 2019, selama digunakan dalam batas yang dianjurkan. Lebih jauh
lagi, keamanan MSG juga didukung dengan SK Menteri Kesehatan RI No: 235/Menkes/PER/DL/79, SK Menteri
Agama RI No: B VI/02/2444/1976, serta Sertifikat Halal MUI No: 07870398 Tahun 2010. Sementara itu, secara
internasional, MSG juga telah diakui keamanannya oleh badan PBB, yaitu melalui WHO/FAO Expert Committee
on Food Additives (JECFA), serta pemberian status GRAS (Generally Recognized As Safe) pada tahun 1958 oleh US
FDA (Badan Pengawasan Makanan dan Obat Amerika Serikat).


Pada kampanye #YangBenar, Sasa turut menghadirkan narasumber kredibel seperti Dr. Sonia Wibisono, Chef
Martin Praja, Mom-fluencer Caca Tengker, nutrisionis Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes, dan Food Technologist
Harry Nazaruddin. Mereka berbagi pandangan objektif sekaligus pengalaman nyata bahwa MSG (Monosodium
Glutamat) bukan hanya aman, tetapi juga layak menjadi bagian dari pola makan sehari-hari keluarga Indonesia.


Takaran MSG #YangBenar
MSG pada takaran tepat dapat menjadi kunci kelezatan sekaligus mendukung pola makan sehat. Takaran
idealnya adalah satu sendok atau tiga sampai empat gram untuk empat porsi masakan keluarga. Anak di atas
usia dua tahun pun dapat mengkonsumsinya, selama tetap seimbang dengan gizi lainnya. Melalui edukasi MSG
#YangBenar, Sasa mengajak masyarakat melihat MSG (Monosodium Glutamat) secara lebih netral berdasarkan
fakta ilmiah: hasil fermentasi alami tebu yang aman dan bermanfaat bila digunakan dengan benar. Inisiatif ini
menjadi wujud komitmen Sasa dalam mendampingi dapur keluarga Indonesia, karena masakan bukan hanya soal
rasa gurih, tetapi juga keyakinan bahwa yang tersaji aman, sehat, dan membawa kebahagiaan.


Tentang PT Sasa Inti:
PT Sasa Inti (SASA) adalah perusahaan makanan dan bumbu masak yang didirikan sejak tahun 1968. SASA dikenal sebagai
pionir penyedap rasa umami MSG (Monosodium Glutamat) dan memproduksi beragam produk berkualitas mulai dari MSG
(Monosodium Glutamat), tepung bumbu, bumbu instan, santan, hingga saus dengan distribusi yang luas secara nasional
maupun internasional. Selain menghadirkan produk berkualitas, SASA secara konsisten melakukan inovasi dan edukasi
publik. Komitmen SASA terhadap kualitas dan inovasi tercermin dari berbagai penghargaan yang berhasil diraih. Marketing
Excellence Awards 2024, SNI Award 2023 TOP CSR Awards 2021. SASA juga dianugerahi Indonesia Human Resources Award
2021, The Most Inspiring Digital Marketing Innovation 2021, Indonesia Original Brand Award 2022, hingga Superbrands
Indonesia Gala Awards 2019. Prestasi ini mempertegas peran SASA sebagai perusahaan asli Indonesia yang terus berinovasi,
dipercaya masyarakat, dan diakui secara nasional maupun internasional.

 

Foto 1: Melalui kampanye MSG #YangBenar, PT Sasa Inti mengajak masyarakat untuk melihat MSG (Monosodium Glutamat) dari perspektif yang tepat. Sasa melibatkan para ahli, seperti dokter, ahli nutrisi, chef, dan food technologist untuk bersama-sama memaparkan informasi yang benar mengetahui kandungan alami dan manfaat sehat yang dimiliki oleh MSG.  (Kiri-Kanan: Dr. Sonia Wibisono, Medical Doctor, Dr. Rita, Pakar Nutrisi, Albert Dinata, Head of Marketing PT Sasa Inti, Martin Praja, Celebrity Chef, Harry Nazaruddin, Food Technologist)

 

Foto 2: Bapak Albert Dinata, Head of Marketing PT Sasa Inti, memperkenalkan microsite MSG #YangBenar MSGyangbenar.sasa.co.id  yang dihadirkan oleh PT Sasa Inti sebagai sumber informasi lengkap dan terpercaya tentang MSG. Pada microsite ini, masyarakat bisa memahami fakta ilmiah dan meluruskan berbagai mitos seputar MSG.

 

Foto 3 : dr. Rita, Ahli Nutrisi, menjelaskan bahwa glutamat dalam MSG memiliki struktur yang sama dengan glutamat yang secara alami terdapat dalam sayuran, buah-buahan, dan daging. Karena itu, tidak ada alasan untuk merasa khawatir dalam mengonsumsinya selama dalam batas yang wajar.

 

Foto 4: Chef Martin Praja, Brand Ambassador Sasa MSG, memberikan kesempatan kepada peserta acara untuk langsung mencicipi masakan yang rasanya semakin lezat setelah diberikan MSG dengan takaran yang tepat.

Penghargaan

Karir

facebook twitter whatsapp linkedin
Tokopedia Shopee WhatsApp

Apa yang ingin kamu tanyakan ?

Halo, ada yang bisa kami bantu?
Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?
YA TIDAK
Berikan penilaian untuk kami
         
Terima kasih atas penilaiannya.
TUTUP