Tips
& Trik
08/07/2026

Manfaat MSG: Bumbu Dapur hingga Tanaman Subur

Manfaat MSG: Bumbu Dapur hingga Tanaman Subur

Manfaat MSG sering dikaitkan dengan kemampuan bumbu ini dalam membuat masakan terasa lebih umami, lezat, dan kaya rasa. MSG atau monosodium glutamate dikenal sebagai penyedap yang menghasilkan rasa umami, yaitu rasa dasar kelima selain manis, asin, asam, dan pahit.
Manfaat MSG juga mulai dibahas di luar dapur, termasuk dalam pengalaman penggunaan untuk tanaman hias. Meski begitu, manfaat MSG untuk makanan memiliki dasar kajian ilmiah yang lebih kuat, sedangkan penggunaan MSG pada tanaman masih lebih banyak berasal dari pengalaman praktis dan eksperimen rumah tangga.


Manfaat MSG: Bumbu Dapur hingga Tanaman Subur

MSG adalah garam natrium dari glutamat, salah satu asam amino yang juga terdapat secara alami dalam berbagai bahan makanan. Menurut kajian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, glutamat bebas telah lama diketahui dapat meningkatkan rasa dan palatabilitas makanan, terutama melalui sensasi umami pada lidah. Kajian tersebut juga menjelaskan bahwa reseptor glutamat tidak hanya ditemukan pada indra pengecap, tetapi juga pada saluran pencernaan, termasuk lambung.


Menambah Rasa Umami pada Masakan

Manfaat MSG yang paling dikenal adalah meningkatkan rasa umami pada makanan. MSG membantu memperkuat cita rasa alami bahan seperti daging, sup, sayuran, tumisan, kaldu, dan makanan berprotein. Dilansir dari MSGdish, MSG berfungsi sebagai umami enhancer, yaitu bahan yang membantu menghadirkan rasa savory, gurih, dan lebih penuh tanpa menutupi cita rasa asli bahan makanan.
Dalam praktik dapur, MSG sering digunakan dalam jumlah kecil agar rasa masakan lebih seimbang. MSG tidak bekerja seperti garam biasa yang hanya menambah rasa asin. MSG memberi dimensi umami sehingga masakan terasa lebih “bulat”, terutama pada makanan berkuah, tumisan, saus, dan hidangan berbasis protein.


Membantu Mengurangi Penggunaan Garam

Manfaat MSG berikutnya adalah membantu mengurangi penggunaan garam dalam masakan. Dilansir dari MSGdish, MSG mengandung sekitar sepertiga jumlah natrium dibandingkan garam dapur. Karena itu, penggunaan MSG dalam jumlah kecil bersama pengurangan garam dapat membantu menurunkan total natrium dalam resep tanpa mengurangi kenikmatan rasa makanan.
Hal ini penting karena makanan rendah garam sering dianggap kurang sedap. Dengan rasa umami dari MSG, makanan dapat tetap terasa nikmat meskipun garamnya dikurangi. Namun, penggunaan MSG tetap perlu wajar dan tidak dijadikan alasan untuk mengonsumsi makanan tinggi natrium secara berlebihan.


Membantu Meningkatkan Selera Makan

MSG juga memiliki manfaat dalam meningkatkan palatabilitas atau daya terima makanan. Pada kelompok tertentu, terutama lansia atau orang dengan penurunan selera makan, rasa makanan yang lebih umami dapat membantu makanan terasa lebih menarik. Menurut kajian Yamamoto dkk. dalam The American Journal of Clinical Nutrition, beberapa penelitian telah menilai potensi MSG dalam mendukung asupan makanan dan status nutrisi pada lansia atau pasien dengan kondisi gizi kurang, meskipun bukti yang tersedia masih perlu dikaji lebih lanjut.
Dilansir dari MSGdish, salah satu studi terhadap pasien lansia yang dirawat menunjukkan bahwa makanan seperti sup, daging, dan sayuran yang diberi MSG cenderung lebih banyak dikonsumsi dibanding makanan tanpa tambahan MSG. Hal ini menunjukkan bahwa rasa umami dapat membantu meningkatkan penerimaan makanan tertentu, terutama pada orang yang mengalami penurunan nafsu makan.


Mendukung Kenyamanan Makan pada Lansia

Selain meningkatkan rasa, glutamat dalam makanan juga dikaitkan dengan fungsi pencernaan. Menurut kajian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, glutamat dapat berperan pada fungsi saluran cerna melalui reseptor glutamat yang terhubung dengan saraf vagus lambung. Dalam beberapa studi, MSG juga dibahas dalam kaitannya dengan sekresi saliva, fungsi lambung, dan kenyamanan setelah makan pada kelompok usia lanjut.
Meski demikian, manfaat ini tidak berarti MSG dapat dianggap sebagai obat. Perannya lebih tepat dipahami sebagai bagian dari strategi membuat makanan lebih mudah diterima, lebih umami, dan lebih menarik untuk dikonsumsi, terutama pada orang yang mengalami penurunan kemampuan mengecap atau selera makan.


Membantu Masakan Tetap Lezat dengan Rasa Lebih Seimbang

MSG dapat membantu masakan terasa lebih seimbang karena rasa umami mampu memperkuat karakter bahan makanan. Pada makanan rumahan, MSG sering digunakan untuk mengurangi rasa hambar pada sayur bening, sup, tumisan, nasi goreng, mie, atau hidangan berkuah. Dilansir dari MSGdish, MSG tidak hanya memberikan rasa umami, tetapi juga dapat membantu makanan terasa lebih memuaskan dan tetap lezat ketika natrium dikurangi.
Penggunaan terbaiknya adalah dalam jumlah kecil. Terlalu banyak MSG justru dapat membuat rasa makanan tidak nyaman, terlalu tajam, atau meninggalkan aftertaste. Karena itu, MSG sebaiknya digunakan sebagai pelengkap rasa umami, bukan sebagai pengganti kualitas bahan makanan.


Berpotensi Membantu Pertumbuhan Tanaman Hias

Selain di dapur, MSG juga pernah dibahas dalam konteks tanaman. Berdasarkan artikel Viet World Kitchen, Andrea Nguyen menulis pengalaman ayahnya yang mencoba MSG pada tanaman. Hasil pengamatan rumah tangga tersebut menunjukkan bahwa beberapa tanaman tampak menghasilkan lebih banyak daun dan buah, terutama pada tanaman hias atau tanaman percobaan. Namun, pada tanaman cabai, buah yang dihasilkan dilaporkan tidak memiliki rasa pedas seperti cabai normal.
Pengalaman tersebut menarik, tetapi belum dapat disamakan dengan bukti ilmiah agronomi yang kuat. Artikel Viet World Kitchen juga memberi catatan agar penggunaan MSG lebih aman dicoba pada tanaman hias atau tanaman yang tidak dimakan, bukan pada tanaman pangan. Dalam contoh praktiknya, MSG digunakan sangat sedikit, misalnya sekitar satu sendok teh yang dilarutkan dalam botol semprot dan diberikan berkala pada tanaman hias.


Bukan Pengganti Pupuk Utama

Manfaat MSG untuk tanaman sebaiknya dipahami secara hati-hati. Tanaman tetap membutuhkan unsur hara utama seperti nitrogen, fosfor, kalium, air, cahaya, media tanam yang baik, dan perawatan yang konsisten. MSG bukan pupuk utama dan tidak boleh menggantikan kompos, pupuk organik, atau pupuk tanaman yang memang diformulasikan untuk kebutuhan pertumbuhan.
Jika ingin mencoba MSG untuk tanaman, penggunaannya sebaiknya dalam dosis kecil dan diuji pada satu atau dua tanaman hias terlebih dahulu. Hindari penggunaan berlebihan karena dapat mengganggu keseimbangan media tanam. Untuk tanaman pangan seperti cabai, sayur, atau buah, penggunaan MSG sebaiknya tidak dijadikan rekomendasi utama karena bukti manfaat dan dampaknya terhadap hasil panen masih terbatas.


Kesimpulan

Manfaat MSG paling kuat terlihat pada penggunaannya sebagai bumbu dapur. MSG dapat menambah rasa umami, membuat makanan lebih lezat, membantu mengurangi penggunaan garam, dan meningkatkan daya terima makanan, terutama pada kelompok yang mengalami penurunan selera makan. Kajian ilmiah juga menunjukkan bahwa glutamat berhubungan dengan fungsi rasa dan saluran cerna, meskipun manfaat klinisnya tetap perlu dipahami secara proporsional.

Di luar dapur, MSG juga menarik karena pernah dicoba untuk tanaman hias. Namun, manfaat MSG untuk tanaman masih lebih tepat disebut sebagai eksperimen praktis, bukan rekomendasi ilmiah utama. Jadi, MSG dapat berguna sebagai penyedap makanan dan boleh dicoba secara hati-hati pada tanaman hias, tetapi tetap harus digunakan secukupnya dan tidak menggantikan pola makan sehat maupun pupuk tanaman yang sesuai.

Referensi Online

  • Yamamoto S, Tomoe M, Toyama K, Kawai M, Uneyama H. Can dietary supplementation of monosodium glutamate improve the health of the elderly? The American Journal of Clinical Nutrition. 2009;90(3):844S–849S. Tersedia di: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0002916523265648
  • Nguyen A. My Dad’s MSG Gardening Experiments and Tips. Viet World Kitchen. Dipublikasikan 16 Agustus 2020. Tersedia di: https://www.vietworldkitchen.com/blog/2020/08/my-dads-msg-gardening-experiments.html
  • Chin ML. As an Umami Enhancer, What Is MSG’s Added Value? MSGdish. Dipublikasikan 4 Maret 2025. Tersedia di: https://msgdish.com/umami-enhancer-msg-added-value/
facebook twitter whatsapp linkedin
Tokopedia Shopee WhatsApp

Apa yang ingin kamu tanyakan ?

Halo, ada yang bisa kami bantu?
Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?
YA TIDAK
Berikan penilaian untuk kami
         
Terima kasih atas penilaiannya.
TUTUP