Tips
& Trik
07/07/2026

Pusing Setelah Makan MSG? Tenang, Ini Yang Perlu Kamu Tahu

Pusing Setelah Makan MSG? Tenang, Ini Yang Perlu Kamu Tahu

Pusing setelah makan sering membuat orang langsung menyalahkan micin atau MSG. Padahal, rasa pusing setelah makan tidak selalu disebabkan oleh MSG. Ada banyak faktor lain yang bisa memengaruhinya, seperti kurang minum, makan terlalu banyak, tubuh sedang lelah, kurang tidur, atau makanan yang dikonsumsi terlalu tinggi garam, lemak, maupun kalori.
MSG atau monosodium glutamate adalah bumbu penguat rasa yang memberi sensasi gurih atau umami pada makanan. Rasa umami sendiri bukan hal asing bagi tubuh karena glutamat juga terdapat secara alami pada tomat, jamur, keju, daging, ikan, rumput laut, kedelai, dan berbagai bahan makanan lain.
Jadi, kalau kamu merasa pusing setelah makan makanan tertentu, sebaiknya jangan langsung panik. Kenali dulu kemungkinan penyebabnya dan perhatikan pola makan secara keseluruhan.


Apakah Micin Membuat Pusing?

Micin tidak memiliki korelasi langsung yang kuat dengan rasa pusing pada semua orang. Anggapan bahwa MSG membuat pusing banyak berkembang dari istilah Chinese Restaurant Syndrome. Istilah ini muncul karena ada laporan orang yang merasa tidak nyaman setelah makan makanan Cina. Karena masakan Cina sering diidentikkan dengan MSG, banyak orang kemudian mengira micin pasti menyebabkan pusing.
Namun, pemahaman tersebut perlu dilihat secara lebih seimbang. FDA menjelaskan bahwa MSG termasuk bahan pangan yang aman atau Generally Recognized as Safe (GRAS). FDA juga menyebutkan bahwa gejala ringan seperti sakit kepala, kesemutan, rasa hangat, jantung berdebar, atau mengantuk hanya dilaporkan pada sebagian orang yang sensitif, terutama setelah konsumsi MSG dalam jumlah tidak normal.
Artinya, pusing setelah makan belum tentu disebabkan oleh micin. Bisa saja tubuh sedang kurang cairan, kurang istirahat, makan terlalu banyak, atau kurang cocok dengan kombinasi makanan tertentu. Jika makanan yang dikonsumsi termasuk makanan ultra proses, seperti makanan cepat saji, mi instan, makanan beku, atau camilan kemasan, yang perlu diperhatikan bukan hanya MSG-nya. Makanan seperti ini juga bisa tinggi garam, lemak, kalori, dan rendah serat.
Bukti ilmiah juga menunjukkan bahwa MSG dalam makanan tidak perlu ditakuti secara berlebihan. Fernstrom (2018) menjelaskan bahwa konsumsi MSG melalui makanan tidak meningkatkan kadar glutamat di otak dan tidak mengganggu fungsi otak. Tubuh memiliki sawar darah-otak atau blood-brain barrier yang membantu membatasi masuknya glutamat dari darah ke otak.
Jadi, jika kamu merasa pusing setelah makan, lebih tepat untuk melihat kondisi tubuh dan jenis makanan yang dikonsumsi secara menyeluruh. MSG aman digunakan dalam takaran wajar dan tidak otomatis menjadi penyebab pusing.


Apakah Micin Bahaya bagi Kesehatan?

Micin aman dikonsumsi selama digunakan dalam takaran wajar. FDA mengategorikan MSG sebagai bahan pangan yang aman. JECFA dari FAO dan WHO juga mencantumkan ADI atau Acceptable Daily Intake MSG sebagai “not specified”. Artinya, MSG dinilai aman jika digunakan sesuai praktik pangan yang baik dan dalam jumlah yang wajar.
Micin juga tidak secara langsung identik dengan kolesterol tinggi. MSG bukan lemak dan bukan sumber kolesterol. Kolesterol darah lebih banyak dipengaruhi oleh pola makan tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan pola makan yang tidak seimbang. American Heart Association menjelaskan bahwa konsumsi lemak jenuh berlebih dapat meningkatkan LDL atau kolesterol “jahat” dalam darah.
Untuk tekanan darah, hal yang perlu diperhatikan adalah asupan natrium total. MSG memang mengandung natrium, tetapi kandungan natriumnya lebih rendah daripada garam dapur. MSG mengandung sekitar sepertiga natrium dari garam dapur. Karena itu, MSG dapat membantu mengurangi penggunaan garam jika dipakai sebagai pengganti sebagian garam dalam masakan.
Meski begitu, konsumsi makanan tinggi natrium tetap perlu dibatasi. WHO menyarankan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 mg natrium per hari atau setara dengan kurang dari 5 gram garam per hari. Asupan natrium yang terlalu tinggi dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi dan risiko penyakit kardiovaskular.
Jadi, yang perlu diperhatikan bukan hanya ada atau tidaknya MSG, tetapi pola makan secara keseluruhan. Gunakan MSG secukupnya pada masakan bergizi, lalu tetap batasi makanan ultra proses yang tinggi garam, tinggi lemak, tinggi kalori, dan rendah serat.


Cara Atasi Pusing Setelah Makan Micin

Sekali lagi, micin tidak memiliki korelasi langsung dengan rasa pusing pada semua orang. Namun, jika kamu merasa pusing setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, termasuk makanan yang mengandung MSG, beberapa langkah sederhana berikut bisa dilakukan.


Minum Air Putih yang Cukup

Tubuh yang kurang cairan bisa membuat rasa pusing terasa lebih mengganggu. Karena itu, coba minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi dan terasa lebih nyaman.


Istirahat Sejenak

Hindari langsung melakukan aktivitas berat setelah makan. Duduk dengan posisi nyaman atau berbaring sebentar dapat membantu tubuh memulihkan energi.


Perhatikan Makanan yang Baru Dikonsumsi

Pusing setelah makan bisa memiliki banyak penyebab. Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah micin. Pada sebagian orang, gejala setelah makan juga bisa berkaitan dengan food intolerance atau intoleransi makanan. 
Mayo Clinic Health System menjelaskan bahwa intoleransi makanan umumnya menimbulkan gejala yang lebih ringan dan lebih sering berkaitan dengan saluran cerna, seperti perut kembung, mual, muntah, diare tanpa darah, gas berlebih, atau nyeri perut. Intoleransi terhadap bahan tambahan makanan, termasuk MSG atau penguat rasa, juga termasuk salah satu bentuk intoleransi makanan.
Berbeda dengan alergi makanan melibatkan respons sistem imun dan dapat menimbulkan gejala yang lebih serius. Mayo Clinic menyebutkan gejala alergi makanan dapat berupa gatal-gatal, ruam, pembengkakan pada bibir, wajah, lidah, atau tenggorokan, gangguan napas, pusing, hingga pingsan. Jika gejala seperti sesak napas, bengkak, pingsan, atau detak jantung tidak normal muncul setelah makan, segera hubungi tenaga kesehatan.
Untuk membantu mengenali penyebabnya, coba catat makanan yang dikonsumsi, porsi, waktu makan, dan kapan gejala muncul. Mayo Clinic Health System juga menyarankan cara ini untuk membantu menemukan makanan atau bahan tertentu yang mungkin memicu keluhan. Jika gejala sering berulang, konsultasikan dengan dokter, ahli alergi, gastroenterolog, atau ahli gizi agar bisa dievaluasi lebih tepat.


Pilih Makanan yang Lebih Seimbang

Pada waktu makan berikutnya, pilih makanan yang lebih seimbang. Padukan karbohidrat, protein, sayur, dan cukup cairan. Jika sebelumnya mengonsumsi makanan yang terlalu asin, terlalu berminyak, atau terlalu banyak, berikan tubuh waktu untuk kembali nyaman.


Batasi Makanan Ultra Proses

Bukan karena MSG harus ditakuti, tetapi karena makanan ultra proses sering mengandung garam, lemak, kalori, dan bahan tambahan lain dalam jumlah tinggi. Pola makan yang lebih seimbang akan membantu tubuh terasa lebih nyaman.


Takaran Aman Konsumsi Micin

Semua jenis penyedap rasa, termasuk garam, gula, bumbu kaldu, dan MSG, perlu digunakan secara bijak. Merujuk aturan BPOM yang sering digunakan sebagai acuan, batas aman penggunaan MSG adalah sekitar 4–6 gram per hari per orang.
Untuk orang dewasa, batas konsumsi MSG harian yang sering digunakan sebagai acuan adalah sekitar 6 gram per hari. Jumlah ini setara dengan kurang lebih 1½ sendok teh.
Dalam penggunaan sehari-hari, jumlah MSG yang dipakai biasanya jauh lebih sedikit. Banyak resep rumahan hanya membutuhkan sekitar ¼ sampai ½ sendok teh untuk satu masakan keluarga. Jika digunakan terlalu banyak, rasa makanan justru bisa menjadi kurang enak.
MSG juga bisa membantu mengurangi penggunaan garam saat memasak di rumah. Meski memiliki kata “sodium” dalam namanya, MSG mengandung natrium lebih rendah daripada garam dapur. Dengan penggunaan yang tepat, MSG dapat membantu mempertahankan rasa gurih sambil mengurangi kebutuhan garam dalam masakan.


Kesimpulan

Pusing setelah makan tidak otomatis berarti disebabkan oleh micin. Pada sebagian kecil orang yang sensitif, keluhan ringan seperti sakit kepala atau rasa tidak nyaman bisa saja muncul, terutama jika MSG dikonsumsi dalam jumlah besar tanpa makanan. Namun, bagi kebanyakan orang, MSG aman digunakan dalam takaran wajar.
Micin juga tidak secara langsung menyebabkan kolesterol tinggi. Kolesterol lebih berkaitan dengan pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans. Untuk tekanan darah, yang perlu diperhatikan adalah asupan natrium total dari seluruh makanan, bukan hanya MSG.
Gunakan micin secukupnya, pilih makanan bergizi, batasi makanan ultra proses, dan perhatikan respons tubuh masing-masing. Dengan cara yang tepat, MSG dapat membantu membuat masakan rumah terasa lebih gurih, lezat, dan tetap praktis.


Daftar Pustaka

  1. American Heart Association. (2024). Saturated fats. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/fats/saturated-fats
  2. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2015). Klarifikasi: Isu bahaya mi instan. BPOM RI. https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/klarifikasi-isu-bahaya-mi-instan
  3. Fernstrom, J. D. (2018). Monosodium glutamate in the diet does not raise brain glutamate concentrations or disrupt brain functions. Annals of Nutrition and Metabolism, 73(Suppl. 5), 43–52. DOI: 10.1159/000494782. PMID: 30508818. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/30508818/
  4. PT Sasa Inti. Bubuk MSG. Sasa. https://www.sasa.co.id/our-products/view/bubuk-msg
  5. PT Sasa Inti. Tentang Kami. Sasa. https://www.sasa.co.id/about-us
  6. U.S. Food and Drug Administration. (2018). Questions and answers on monosodium glutamate (MSG). FDA. https://www.fda.gov/food/food-additives-petitions/questions-and-answers-monosodium-glutamate-msg
  7. World Health Organization. (2026). Sodium reduction. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sodium-reduction
facebook twitter whatsapp linkedin
Tokopedia Shopee WhatsApp

Apa yang ingin kamu tanyakan ?

Halo, ada yang bisa kami bantu?
Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?
YA TIDAK
Berikan penilaian untuk kami
         
Terima kasih atas penilaiannya.
TUTUP